Syudzudz & Illat Hadits

Syudzudz & Illat Dalam Alisis Matan Hadits

A. Kajian Syudzudz Dalam Analisis Matan Hadits[1]

1. Pengertian Syudzudz

Definisi syududz adalah suatu kejanggalan yang dapat menciderai derajat kualitas suatu hadits. Batasan suatu hadist dikatakan mengandung syadz masih menjadi perbedaan diantara ulama.

Namun inti dari syadz adalah “penyendirian dan perlawanan”. Misalnya hadits yang diriwayatkan seorang tsiqah bertentangan dengan riwayat orang yang lebih tsiqah darinya, sehingga hadits tersebut dianggap mengandung kejanggalan.

Dalam prakteknya, kajian syududz berpengaruh pada aspek penelitian sanad, karena penentuan syudzudz adalah berdasarkan perbandingan kualitas antara dua orang perawi.

2. Cara Menentukan Syudzudzul-Hadits dan Contohnya.

Ukuran yang dipergunakan dalam analisis syududz adalah dengan menggunakan dalil naql (al-Quran dan al-Hadits). Sedangkan salah satu metode yang menentukan ada atau tidaknya syududz dalam suatu hadits dapat dengan cara mendatangkan hadits yang satu tema atau hadits yang sama namun dari jalur lain untuk diperbandingkan.

Jika terajdi kontradiksi antara al-Qur’an dan al-Hadist, atau antara hadist satu dengan hadist yan lain, maka sudah dapat dipastikan bahwa hadist tersebut mengandung syudzudz, dan harus diteliti dulu mana yang lebih tinggi kedudukannya.

Contoh satu hadist yang berlawanan dengan hadist lain-atau berlainan, yaitu hadist yang diriwayatkan oleh Hasan bin Aly:

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا وَهْبٌ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَلِيٍّ ح و حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ مُوسَى بْنِ عَلِيٍّ وَالْإِخْبَارُ فِي حَدِيثِ وَهْبٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ(سنن أبي داود)

و حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنِي ابْنَ عُلَيَّةَ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ حَدَّثَنِي أَبُو قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ عَنْ نُبَيْشَةَ قَالَ خَالِدٌ فَلَقِيتُ أَبَا الْمَلِيحِ فَسَأَلْتُهُ فَحَدَّثَنِي بِهِ فَذَكَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ هُشَيْمٍ وَزَادَ فِيهِ وَذِكْرٍ لِلَّهِ(صحيح مسلم)

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عَمْرٍو عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ بِشْرِ بْنِ سُحَيْمٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ أَنْ يُنَادِيَ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ أَنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا مُؤْمِنٌ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ(سنن النسائي)

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْربْنِ مُطْعِمٍ عَنْ بِشْرِ بْنِ سُحَيْمٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ فَقَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ وَإِنَّ هَذِهِ الْأَيَّامَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍد(سنن ابن ماجه)

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي بَكْرٍ وَسَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُذَافَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ أَنْ يُنَادِيَ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنَّهَا أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ(مسند أحمد)

Hadist di atas diriwayatkan dengan serentetan perawi yang dipercaya. Tapi dalam matan tersebut terdapat kejanggalan dengan riwayat-riwayat yang lain. Dalam riwayat lain tidak ditemukan ungkapan يوم عرفة disinilah terdapat kejanggalannya.

Contoh yang berlawanan dengan al-Qur’an:

“لايدخل ولدالزنا الجنة الى سبعة أبناء”

Hadist ini jelas-jelas bertentangan dengan esensi al-Qur’an,yang berbunyi:

“ولاتزروازرةوزرأخرى”

B. Kajian Illat Dalam Analisis Matan Hadits

1. Pengertian ’Illat Dan Contohnya

Illat adalah sifat-sifat buruk yang menciderai kesahahihan suatu hadits. Cacat yang tersembunyi tersebut dapat terjadi pada sanad, dan matan ataupun juga pada keduanya.

Dari ketiga aspek tersebut, aspek sanad yang paling banyak menjadi penyebab ada kecacatan hadits ini. Ibnu Hajar menyebut jenis hadits ini sebagai jenis hadits yang paling rumit dan hanya orang yang mendapatkan karunia pengetahuan yang luas dari Allah yang bisa memahaminya.

Hal tersebut karena untuk menemukan illat (cacat) yang terkandung dalam hadits ini membutuhkan pengetahuan yang luas dan ingatan yang kuat tentang sanad, matan, urutan dan derajat perawi hadits. Contoh yang terdapat pada sanad:

ما رواه يلى بن عبيد عن سفيان الثورى عن عمر بن دينار عن ابن عمر, قال رسول الله ص م: البيعان بالخيار مالم يتفرقا

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا أَوْ يَكُونَ بَيْعَ خِيَارٍ(مسند أحمد)

Matan hadits di atas shahih, tetapi sanadnya memiliki illat. Seharusnya bukan dari Amr ibn Dinar, melainkan dari Abdullah bin Dinar.

2. Cara Mengetahui ’Illat Dalam Matan Hadist.

Illat dapat diketahui dengan cara mengumpulkan jalur-jalur hadits dan meneliti perbedaaan perawinya, kekuatan ingatan dan kepintaran mereka (dhabit). Ukuran yang dipergunakan dalam analisis syududz adalah dengan menggunakan dalil aql (rasio), ijma’ dan al-Qur’an.


[1] Subhi Shalih, 1997, Ulum Al-Hadits Wa Mustholahuhu, (Beirut: Dar Al-Ilm Li Al-Malayin)cet. XXI. Lihat juga Ali Rowad, Ulum al-Quran….,Hal-205.

One Comment pada “Syudzudz & Illat Hadits”

  1. kAdri Says:

    Thanks Tulkisannya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: